Cerita Stres Penggemar Togel di Blora, dari Mengerok Kodok hingga Cari Wangsit

syair hk
                                                         Sumber: https://kurio.id/

Liputan6.com, Blora - Seorang laki-laki warga Blora, Jawa Tengah, yang tak ingin disebut namanya, punya lika-liku kehidupan menarik soal judi togel. Hidup bertahun-tahun menjadi penggemar togel membuat mentalnya rusak, sering resah karena selalu ngandalakan pada sesuatu yang tak pasti. Puncaknya, peristiwa itu membuat orangtuanya jatuh sakit. Mujur, cambukan itu membuat dia sadar sebelum terjun lebih jauh.

"Dulu yang disukai nomor togel jenis hongkong (HK). hampir setiap saat mengubah-ubah nomor yang bakal keluar," ungkapnya kepada Liputan6.com, Jumat (3/7/2020).

"Sering sekali dulu saya nyeket (memprediksi) togel. Pernah juga saya memperoleh 3 angka (TT) dan 2 angka (buntut). Total perolehannya Rp820 ribu," ungkanya. Dia mengaku, saat memperoeh  togel dia makin terobsesi untuk memperolehnya lagi.

"Keesokannya saya menghabiskan hampir Rp200 ribu. Saya memperoleh lagi Rp120 ribu, nyerempetl dua angka," ungkapn yaya.

Ia menceritakan, ketagihan togel membuatnya malas bekerja. Profesinya sebagai pekerja bangunan sering ditinggalkan, karena telah merasa dapat  mendapatkan uang dari hasil meramal judi togel.

Baru-baru dia baru sadar, uang yang dibayarkan untuk belanja nomor togel jauh lebih besar daripada apa yang dia peroleh ndari judi itu. 

"Perolehannya cuma tiga kali. Tak lebih dari Rp2 juta," ungkapnya.

Laki-laki yang kini berusia 42 tahun itu bersyukur mendapat pecutan ultimatum melalui ibundanya yang jatuh sakit.

"Alhamdulillah ibu saya dulu pulih setelah dilarikan ke rumah sakit. Seandainya dulu ibu saya tidak selamat, tentunya saya menyesal seumur hidup," ungkanya.

Dia juga menceritakan punya lika-liku kehidupan yang bisa dibilang 'stresnya' saat menjadi penggemar togel. Demi memperoleh nomor jitu, ia mengerok kulit kodok memakai uang logam.

"Dulu saya kayak orang stres. Kodok saya kerok menggunakan koin. Keinginannya dapat nomor," ungkapnya.

Bahkan pekerjaan di luar pikiran itu membuat dia harus rela terkena kencing kodok yang membuat seluruh tangannya gatal-gatal.

"Dikerok tak sampai mati. Kemudian setelah itu saya buang kodoknya," uangkapnya.

Ia menceritakan, saran mencari nomor togel di tubuh kodok diperolehn ya dari teman. Baru-baru ini dirinya baru sadar apa yang dilakukannya di waktu lalu adalah perlakuan bodoh.

"BIlangnya ngerok kodok pakai koin bakal muncul angkanya. Tapi kenyataannya tidak. Setresnya  itu malah saya lakukan,"tambahnya.


Menang atau Kalah Sama-sama Menderita Kerugia

Pengakuan laki-laki yang tak mau ungkapkan namanya itu membuktikan, praktik judi togel telah menjadi kegemaran bahkan menjadi penyakit sosial di masyarakat. Masih banyak contoh masalah lainnya yang terjadi di Blora terkait kegemaran judi togel. Yang paling kerap terjadi adalah praktik mencari wangsit di kuburan danlokasi-lokasi yang dianggap mengerikan.

Yang lebih menyedihkan, alasan judi togel, jika terdapat kecelakaan di jalan, tak lagi situasi korbannya yang ditanya, tetapi berapa nomor pelat alat trasportasi.

Kenyataanya judi togel sudah menjadi penyakit sosial di masyarakat Blora. Jika tak berhati-hati, ketidakjelasan ekonomi di tengah pandemi dapat menjadi pendorong seseorang untuk berusaha memperoleh uang dengan cara cepat lewat judi togel. Padahal dari judi yang berubah jadi hobi itulah masyarakat dijadikan miskin, menurun secara sosial, ekonomi, dan kepribadian.

Semenjak Kabupaten Blora ramai diinformasikan tentang togel, kepolisian daerah hukum daerah setempat berkomitmen menumpas togel sampai bandar besarnya.

"Jumlah ada 8 pengedar togel yang kami bekuk. Semalam kami mulai membekuk yang pengepulnya dan berhasil membekuk 1 pelaku," ungkap Iptu Dwi Edie selaku KBO Satreskrim Polres Blora ketika ditemui di ruangannya, Jumat (3/7/2020).

Suber: liputan6.com

Posting Komentar

0 Komentar